Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

‎Lahirnya Kodim 0701/Banyumas dari Persatuan Rakyat Melawan Penjajah

Sabtu, 24 Januari 2026 | Januari 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-24T13:17:29Z
Kokohnya gedung Kodim 0701/Banyumas di Tahun 2026, saksi bisu sejarah penjajahan era tahun 40-an silam. (Foto: ITH)

‎BANYUMAS - Mari kita menelusuri jejak markas Komando Distrik Militer (Kirim) 0701/Banyumas yang dulunya wilayah tersebut menjadi lokasi strategis ekonomi, logistik dan transportasi jalur selatan Pulau Jawa oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Yuk, kita simak bersama di episode pertama ini.
‎Dulunya sebelum Indonesia merdeka, Banyumas diibaratkan berada dibawah sepatu militer Belanda. Kenapa? karena wilayah Banyumas saat itu menjadi daerah strategis bagi Pemerintah Kolonial Belanda. 
‎Wilayah Banyumas menghubungkan jalur selatan Jawa dan Banyumad menjadi titik penting pengamanan ekonomi kolonial Belanda mulai dari perkebunan, logistik, dan transportasi.
‎Pada masa itu, keamanan dijalankan oleh KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger), tentara kolonial Belanda. Dimana,  sistem ini bukan untuk melindungi rakyat, melainkan menjaga kepentingan kolonial.
‎Pos-pos militer Belanda diberdirikan untuk menjadi alat kontrol, bukan pembinaan dan dari sinilah benih perlawanan dari rakyat tumbuh.
Penampakan kompleks lapangan upacara di Kodim 0701/Banyumas, Kamis (22/01/2026). (Foto: ITH)

‎Rakyat Banyumas tam hanya menjadi objek penjajahan, tetapi juga pelaku perlawanan secara terbuka maupun tertutup (senyap). 
‎Dan dari tekanan itulah, kolonial Militer Belanda mulai dibuat pening. Akibat keserakahan kolonial, muncullah bibit persatuan yang lahir dari kekuatan sejati bukan senjata penjajah, melainkan rakyat itu sendiri. ‎Bersambung ke Episode 2 (Redaksi/ITH)

×
Berita Terbaru Update