Kokohnya gedung Kodim 0701/Banyumas di Tahun 2026, saksi bisu sejarah penjajahan era tahun 40-an silam. (Foto: ITH)
BANYUMAS - Mari kita menelusuri jejak markas Komando Distrik Militer (Kirim) 0701/Banyumas yang dulunya wilayah tersebut menjadi lokasi strategis ekonomi, logistik dan transportasi jalur selatan Pulau Jawa oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Yuk, kita simak bersama di episode pertama ini.
Dulunya sebelum Indonesia merdeka, Banyumas diibaratkan berada dibawah sepatu militer Belanda. Kenapa? karena wilayah Banyumas saat itu menjadi daerah strategis bagi Pemerintah Kolonial Belanda.
Wilayah Banyumas menghubungkan jalur selatan Jawa dan Banyumad menjadi titik penting pengamanan ekonomi kolonial Belanda mulai dari perkebunan, logistik, dan transportasi.
Pada masa itu, keamanan dijalankan oleh KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger), tentara kolonial Belanda. Dimana, sistem ini bukan untuk melindungi rakyat, melainkan menjaga kepentingan kolonial.
Pos-pos militer Belanda diberdirikan untuk menjadi alat kontrol, bukan pembinaan dan dari sinilah benih perlawanan dari rakyat tumbuh.
Penampakan kompleks lapangan upacara di Kodim 0701/Banyumas, Kamis (22/01/2026). (Foto: ITH)
Rakyat Banyumas tam hanya menjadi objek penjajahan, tetapi juga pelaku perlawanan secara terbuka maupun tertutup (senyap).
Dan dari tekanan itulah, kolonial Militer Belanda mulai dibuat pening. Akibat keserakahan kolonial, muncullah bibit persatuan yang lahir dari kekuatan sejati bukan senjata penjajah, melainkan rakyat itu sendiri. Bersambung ke Episode 2 (Redaksi/ITH)