BANYUMAS - Di episode sebelumnya, rakyat dan tentara menyatu, dan mulai membangun struktur melembagakan sebuah struktur kesatuan Kodim di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Berikut ulasan episode ketiga.
Kekacauan awal yang melahirkan sistem periode 1945–1950 adalah masa paling rawan. Dimana, Dari BKR (Badan Keamanan Rakyat) ke TKR (Tentara Keamanan Rakyat) ynag dibentuk setelah proklamasi 17 Agustus 1945.
TKR saat itu berfungsi untuk menjaga keamanan dan mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamasikan, menggantikan peran tentara kolonial Belanda.
Selang kurang lebih tiga bulan setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, TKR kembali dirombak namanya menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia). Saat itu, di lapangan, rakyat Banyumas menghadapi realitas pahit.
Keterbatasan senjata, konflik internal, dan tekanan militer Belanda. Dan di masa kolonial Belanda ini menjadi babak penting yang membentuk watak perlawanan rakyat Banyumas.
Tidak selalu dengan senjata, tetapi dengan bertahan, bekerja, dan menjaga budaya. Bahasa ngapak, kesenian rakyat, serta nilai egaliter menjadi bentuk perlawanan kultural yang halus namun mengakar.
Namun dari kekacauan itu, satu pelajaran besar muncul, pertahanan negara tidak bisa hanya terpusat di Jakarta. Wilayah membutuhkan satuan yang mengenal rakyatnya, menguasai medan dan siap bertindak cepat dan disinilah dasar pemikiran lahirnya sistem komando teritorial. Bersambung ke episode 4 (Redaksi/ITH)