BANYUMAS - Di episode sebelumnya, rakyat dan tentara menyatu, dan mulai membangun struktur melembagakan sebuah struktur kesatuan Komando Distrik Militer (Kofim). Di episode empat inilah Kodim 0701/Banyumas terbentuk. Simak ulasan dari rangkaian kilasan Redaksi Terkini Asia.
Tahun 1959–1961 Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) membentuk tulang punggung teritorial, dimana saat itu memasuki era stabilisasi nasional.
TNI Angkatan Darat (AD) merumuskan sistem pertahanan baru, mulai dari tingkat Kodam turun ke Korem, Kodim, Koramil, hingga ujung tombak ke prajurit TNI AD yang disebut Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Pada fase inilah Kodim 0701/Banyumas resmi terbentuk, berada di bawah Kodam IV/Diponegoro yang di koordinator oleh Korem 071/Wijayakusuma.
Kodim bukan sekadar markas militer. Kodim adalah simpul pertahanan wilayah, penghubung negara dan rakyat di tingkat kabupaten.
Banyumas, dengan sejarah perlawanan panjang, dipandang layak memiliki satuan teritorial kuat, kokoh dan bersinergi dengan rakyat.
Kodim 0701/Banyumas perkuat teritorial bukan dengan senjata melainkan dengan hati dan bersatu dengan rakyat melalui pembinaan desa.
Seiring waktu, wajah Kodim 0701/Banyumas berubah. Bukan lagi bicara perang, tetapi membina desa tentang ketahanan pangan, penanganan bencana alam, pendidikan bela negara dan menjauhi keterlibatan politik.
Kodim hadir melalui Koramil dan Babinsa hingga ke desa-desa. Di sinilah titik konsep utama TNI Rakyat, bukan diatas Rakyat melainkan benar-benar bersama Rakyat. Bersambung ke episode 5 (Redaksi/ITH)