Banjarnegara - Suasana di Dusun Krajan Kidul, Desa Gunung Giana, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, terasa berbeda. Warga berkumpul di tepi Kali Parakan Dawa, menyambut sebuah momen yang selama puluhan tahun dinanti hadirnya penghubung baru yang akan mempermudah langkah hidup mereka sehari-hari. Simak ulasan yang dirangkum media ini.
Terlihat sebuah beton panjang dengan lebar 3 meter dan panjang 5,5 meter, menjulang setinggi 2,5 meter diatas permukaan kali Parakan Dawa. Penampakan itu tak lain Jembatan perintis Garuda yang diwarnai merah putih dan dihiasi bendera putih.
Jembatan Perintis Garuda yang sarat makna telah resmi berdiri. Meski tak megah, keberadaannya menjadi jawaban atas kebutuhan warga yang puluhan tahun terakhir harus berjibaku melintasi kali dan akan terhambat saat debit air meningkat.
Tak sedikit terlihat secara nyata, ratusna pasang mata berkaca-kaca saat detik-detik jembatan di resmikan untuk dilalui. Tepuk tangan warga pun mengiringi momen peresmian jembatan tersebut, seolah melepas beban lama yang selama ini mereka rasakan.
Hembusan angin tipis disertai udara yang sedikit panas, menghembus kulit, seakan membawa suasana menjadi sedih bercampur gembira, lantaran jembatan itu kini menjadi penghubung vital antara Dusun Krajan Kidul dan Dusun Punthuk Gondhang yang juga menjawab harapan masyarakat dua dusun tersebut.
Tanpa jembatan, masyarakat harus memutar jalan yang memakan waktu cukup lama. Alhasil, semua itu sirna dengan sendirinya, lantaran jembatan perintis garuda dapat memperpendek jarak, mempercepat waktu, dan membuka peluang baru bagi warga di kedua dusun.
Tahukah anda, jembatan yang mulai dikerjakan sekitar sebulan lalu, dan telah rampung sekitar dua hari lalu, Rabu (25/03/2026) dan telah resmi digunakan hari ini, Jumat (27/03/2026).
Destri Sari salah satu warga setempat sangat terharu dan bangga dirinya dan seluruh penduduk desa mendapatkan sebuah jembatan yang telah dinanti-nanti puluhan tahun. "Saya senang sekali, akses jalan semakin mudah, tadinya harus nyebrang kali. Akses pertanian kami jadi lancar," kata Destri.
Nampak, terlihat ditengah-tengah masyarakat, sesosok anggota TNI AD yang murah senyum sembari bercengkrama bersama anak-anak. Sosok itu tak lain Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim.
Kehadiran beliau tak hanya menyambung tali silaturahmi bersama masyarakat, melainkan sekaligus meresmikan jembatan tersebut. Disela-sela kesibukannya itu, beliau menceritakan sangat bangga telah menyelesaikan tugas dari Keplaa Staf Angkatan Darat (KASAD) yang meneruskan amanat panggilan hati dari Presiden RI Prabowo Subianto membangun jembatan tersebut.
“Jembatan ini adalah simbol kebersamaan. Kami berharap, dengan adanya akses yang lebih mudah, aktivitas warga semakin lancar, baik untuk ekonomi, pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari,” kata Kolonel Inf Lukman Hakim dihadapan awak media.
Tak hanya itu, kebahagiaan juga muncul disaat Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengungkapkan pihaknya akan melanjutkan dengan meningkatkan kualitas jalan desa tersebut. "Saya akan memasukkan di perubahan anggaran untuk meningkatkan kualitas jalan di desa ini," kata dr. Amalia Desiana.
Peresmian jembatan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim (kiri), didampingi Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana (dua kiri), Kasi Teritorial Korem 071/Wijayakusuma Letkol Cba (K) Rr. Sri Harjani EDA, serta Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu bersama jajaran.
Tak hanya itu, Danrem bersama jajarannya didampingi Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu memberikan bantuan sembako ke masyarakat yang disambut haru dan gembira. (Redaksi/ith)