SURABAYA - Baru 20 hari menjabat sebagai Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir tak memilih duduk nyaman di balik meja. Ia justru menapaki jalan-jalan kecil, menyapa rakyat, dan memastikan kehadiran negara benar-benar terasa.
Terhitung Jumat (10/04/2026) - Kamis (30/04/2026), 20 hari menjadi Danrem 084/Bhaskara Jaya, langkah pertamanya sederhana, namun sarat makna. Di tepian sungai Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo dan Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, ia berdiri menatap rencana pembangunan Jembatan Perintis Garuda, sebuah penghubung harapan bagi warga yang selama ini harus berjibaku dengan keterbatasan akses.
Dari sana, Jenderal bintang satu ini terus mendampingi dan mendorong percepatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), menyulam harapan ekonomi dari desa ke desa, yang menjadi salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto.
Baginya, seorang pemimpin militer, kedekatan dengan rakyat harus berjalan seiring dengan kesiapan pasukan. Di tengah padatnya agenda, latihan pengamanan gudang amunisi tetap digelar. Baginya, profesionalisme prajurit adalah fondasi yang tak bisa ditawar.
Kehadirannya pun terasa hangat di tengah masyarakat. Hal itu, dibuktikan dengan cara beliau berkomunikasi sosial bersama warga Kampung Pancasila di Sidoarjo, tak ada jarak yang kaku. Ia hadir, mendengar, dan merangkul. Seolah ingin menegaskan bahwa TNI bukan hanya penjaga kedaulatan, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan rakyat.
Langkah-langkahnya berlanjut. Kunjungan kerja ke Kodim 0816/Sidoarjo menjadi upaya memperkuat soliditas internal. Sementara silaturahmi bersama Forkopimda membuka ruang sinergi lintas sektor. Ia memahami, membangun daerah bukanlah kerja satu pihak, melainkan kolaborasi.
Di sudut lain Sidoarjo, ia menyempatkan diri melihat langsung aktivitas UMKM Batik Yan Khurin. Di sana, di antara kain-kain bermotif yang dikerjakan dengan telaten, ia melihat lebih dari sekadar usaha kecil. ia melihat ketahanan ekonomi rakyat yang harus dijaga dan didorong.
Tak hanya itu, penghijauan pun tak luput dari mata danrem. Beliau didampingi sang istri melakukan penanaman bibit pohon Tabe Buya guna mengantisipasi adanya abrasi pantai kejenan, Surabaya. Di tengah semua itu, kebersamaan prajurit tetap ia rawat
Jalan sehat bersama jajaran Korem 084/BJ menjadi momen sederhana, namun penting menguatkan rasa satu tubuh, satu jiwa. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan Kodam V/Brawijaya pun menjadi bagian dari komitmen menjaga kesinambungan komando.
Semua yang ia lakukan dalam waktu singkat ini bukan tanpa arah. Ada satu pesan yang terus ia gaungkan "MANTAP" Aman, Terbaik, Adaptif, Profesional. Bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang ia bawa dalam setiap langkah.
Di awal kepemimpinannya, Brigjen TNI Kohir seperti ingin menyampaikan satu hal sederhana namun kuat bahwa menjadi pemimpin bukan soal jabatan, tetapi tentang hadir, bekerja dan memberi arti, bahkan sejak hari pertama. (Redaksi/ITH)