Di antara hamparan pasir dan langit yang terbentang luas, terlihat sosok Danrem 084/BJ, Brigjen TNI Kohir bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem PD V Brawijaya, Ny. Nilam Kohir, ia menunduk, menggenggam tanah, lalu menanam harapan secara harfiah.
Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, kegiatan penanaman pohon Tabe Buya membuat istri bintang satu itu menjelma menjadi ruang sunyi yang mengajak setiap orang merenung: tentang bumi yang harus dijaga.
Satu per satu bibit pohon ditanam, tangan-tangan yang biasanya menggenggam tanggung jawab besar kini bersentuhan langsung dengan tanah pesisir yang hangat. Hadir pula jajaran Korem, dari Kasi Intel, Kasipers, Kasiter, hingga Danramil dan Kapolsek Kenjeran, semua larut dalam satu tujuan yang sama: menjaga kehidupan.
“Yang kita tanam hari ini bukan untuk kita. Ini untuk anak cucu kita. Untuk masa depan yang mungkin tak sempat kita lihat, tapi harus kita jaga," kata Danrem Brigjen TNI Kohir, Senin (27/04/2026).
Kalimat itu menggantung di udara, terbawa angin, menyusup ke hati siapa pun yang mendengarnya.
Danrem 084/BJ, Brigjen TNI Kohir (tengah) bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem PD V Brawijaya, Ny. Nilam Kohir dan anggota persit jajaran berpose bersama di pesisir pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/04/2026).
Bukan sekadar penghijauan, langkah ini adalah bentuk cinta yang nyata. Pohon-pohon itu kelak akan berdiri melawan abrasi, memeluk tanah agar tak hilang ditelan laut, dan menghadirkan teduh bagi generasi yang belum lahir hari ini.
Perayaan HUT ke-80 Persit pun terasa berbeda, Tak hanya dirayakan dengan kenangan masa lalu, tetapi dihidupkan dengan aksi yang menyentuh masa depan.
Di sanalah makna pengabdian Prajurit dan Persit menemukan bentuknya yang paling sederhana, namun paling jujur. (Redaksi/ITH)