Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin (dua kiri) bersama Gubernur Jawa Timur (dua kanan) Khofifah Indar Parawansa menyambut ribuan buruh yang turun ke jalan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jumat (01/05/2026).
SURABAYA - Sebanyak 3.500 buruh dari berbagai serikat pekerja melakukan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (1/5/2026). Aksi ini berlangsung tertib dan lancar, dipadukan dengan pengamanan persuasif dari TNI Polri.
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mendampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur dalam memastikan jalannya aksi tetap damai. Massa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Serikat Pekerja/Buruh (GASPER) Jawa Timur menyampaikan aspirasi tanpa insiden berarti.
Aksi tersebut dipimpin Ketua KSPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi. Para buruh membawa spanduk dan poster berisi tuntutan, baik isu nasional maupun daerah.
Sejumlah tuntutan yang disuarakan antara lain pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang berpihak pada pekerja, penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, serta jaminan layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan bagi pekerja, termasuk dalam kondisi tunggakan iuran oleh perusahaan.
Selain itu, massa juga menagih komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait hasil kesepakatan pada peringatan May Day 2025. Isu lain yang diangkat mencakup reformasi pajak, peningkatan akses pendidikan, hingga perlindungan dari pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.
Di tengah aksi, sebanyak 22 perwakilan buruh melakukan audiensi tertutup dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang didampingi Forkopimda. Pertemuan tersebut membahas sejumlah solusi konkret atas tuntutan yang disampaikan serta membuka ruang dialog antara pemerintah dan pekerja.
Dalam orasinya, perwakilan buruh menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan dan perlindungan hak pekerja. Mereka juga menyoroti sejumlah regulasi ketenagakerjaan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada buruh.
Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam pengamanan bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman tanpa mengurangi hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin (tengah) berpose bersama serikat buruh depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jumat (01/05/2026).
“Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah Jawa Timur,” kata Pangdam yang murah senyum.
Sementara itu, Khofifah menyatakan pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti aspirasi buruh melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib hingga selesai. Momentum May Day tahun ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan pekerja dalam mendorong kesejahteraan bersama. (Redaksi/ITH)