Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD V/Brawijaya, Vira Rudy Saladin (dua kiri) saat berpose bersama anggota persit, Jumat (01/05/2026)
SURABAYA – Di balik kesibukan mendampingi tugas para prajurit, ada tangan-tangan tekun yang terus berkarya. Terlihat anggota Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V/Brawijaya merajut harapan melalui usaha kecil yang kini siap melangkah ke panggung nasional.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD V/Brawijaya, Vira Rudy Saladin, memastikan lima UMKM unggulan telah dipersiapkan dengan penuh kesungguhan untuk tampil dalam Ajang Persit Bisa 2 yang akan digelar pada 7–9 Mei 2026 di Balai Kartini.
Bagi mereka, ini bukan sekadar pameran. Ini adalah perjalanan panjang yang membawa mimpi-mimpi kecil menuju kesempatan besar.
“Kami memastikan lima UMKM Persit Brawijaya siap tampil maksimal,” ujar beliau dengan nada penuh keyakinan.
Lima nama yang akan tampil Yankurin, SKM & Craft, Mithlabs, Oktaviana Tas Grosir, serta Heny Daster Bordir Malang bukan hanya sekadar pelaku usaha. Mereka adalah representasi dari ketekunan, kreativitas, dan ketahanan keluarga prajurit dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Setiap produk yang dihadirkan menyimpan cerita. Tas yang dijahit dengan teliti, kerajinan tangan yang dibentuk dengan kesabaran, kain eco-print yang menyatu dengan alam, hingga bordir halus yang dikerjakan dengan penuh ketelitian semuanya lahir dari semangat untuk terus berkembang tanpa melupakan akar lokal.
Di tengah arus persaingan pasar yang kian ketat, karya-karya ini tampil dengan identitas kuat, sederhana namun berkelas, tradisional namun relevan dengan selera modern.
Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, keikutsertaan ini menjadi wujud nyata pemberdayaan. Persit tidak hanya hadir sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga yang mandiri dan berdaya saing.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD V/Brawijaya, Vira Rudy Saladin (lima kiri) saat berpose bersama anggota persit dan pengrajin UMKM, Jumat (01/05/2026)
“Kami mengundang masyarakat untuk mampir ke booth 20, 29, 33, 34, dan 60. Ada promo spesial dan koleksi terbatas yang hanya hadir selama pameran,” tambahnya.
Dari Surabaya menuju Jakarta, perjalanan ini membawa lebih dari sekadar produk. Ia membawa harapan bahwa dari tangan-tangan sederhana, lahir karya luar biasa. Bahwa di balik setiap prajurit, ada keluarga yang kuat, kreatif, dan tak pernah berhenti berusaha.
Dan di ajang ini, mereka tidak hanya ingin dikenal mereka ingin menginspirasi hal ini kepada seluruh anggota persit di setiap satuan. (Redaksi/ITH)