Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir saat meninjau salah satu proses pengerjaan KDKMP di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (08/09/2026).
Bangkalan - Bangunan itu mulai mengambil bentuk di tengah desa. Dinding berdiri, ruang-ruang disiapkan, dan pekerjaan konstruksi terus bergerak. Namun, bagi Brigjen TNI Kohir, pekerjaan sebenarnya belum dimulai.
Danrem 084/Bhaskara Jaya itu datang meninjau pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bangkalan. Ia mendatangi Dusun Saber, Desa Aengtaber, Kecamatan Tanjung Bumi, sebelum bergerak ke Desa Buluk Agung dan Desa Raas, Kecamatan Klampis.
Di sejumlah titik itu, Brigjen TNI Kohir tak hanya melihat bangunan. Ia mencermati kesiapan fasilitas dan lingkungan yang kelak menjadi bagian dari aktivitas koperasi. Sebab sebuah koperasi, menurut dia, tak akan hidup hanya karena memiliki gedung.
“Jangan sampai kita hanya melihat bangunannya selesai, " kata Brigjen TNI Kohir disela-sela peninjaun, Selasa (08/09/2026).
Kalimat itu menjadi inti pesan Brigjen TNI Kohir. Setelah semen mengering dan pintu dibuka, tantangan justru bergeser, bagaimana koperasi itu memiliki kegiatan ekonomi yang nyata, dikelola secara profesional, dan benar-benar dibutuhkan warga.
KDKMP, kata dia, harus mampu membaca potensi masing-masing desa. Usaha warga, kebutuhan masyarakat, hingga sumber daya ekonomi lokal semestinya dapat menjadi bagian dari ekosistem koperasi. Dengan begitu, koperasi tidak berubah menjadi bangunan baru yang sepi aktivitas.
“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana KDKMP ini nantinya hidup, berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Potensi yang dimiliki setiap desa harus bisa menjadi kekuatan ekonomi warga,” ujar Kohir.
Pesan itu sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tak selesai pada ukuran fisik. Sebuah gedung dapat dinyatakan rampung dalam laporan, tetapi manfaatnya baru bisa dirasakan ketika ada transaksi, usaha yang tumbuh, pendapatan warga yang bergerak, dan masyarakat yang merasa memiliki.
Karena itu, Kohir meminta masyarakat ikut menjaga KDKMP. Pengelolaannya, lanjut Jenderla Bintang Satu, harus transparan dan profesional agar kepercayaan warga tidak berhenti sebagai slogan.
“Saya berharap masyarakat ikut memiliki dan menjaga koperasi ini. Setelah bangunannya selesai, kegiatan ekonominya juga harus bergerak. Jadikan KDKMP sebagai wadah untuk tumbuh bersama dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Peninjauan di Bangkalan menjadi bagian dari pengawalan pembangunan KDKMP di wilayah Korem 084/Bhaskara Jaya. Bersama Kasiter, Kasiintel Korem 084/BJ, Pabandya Puanter Kodam V/Brawijaya, Dandim 0829/Bangkalan dan Kapolsek Klampis AKP Kodir, Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir melihat langsung perkembangan sejumlah titik.
Pada akhirnya, ukuran sebuah koperasi bukanlah seberapa cepat bangunannya berdiri. Nilai yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelahnya.
Apakah warung warga memperoleh akses usaha yang lebih baik? Apakah produk desa menemukan pasar? Apakah modal berputar di antara masyarakat? Dan yang paling penting, apakah pendapatan keluarga ikut tumbuh?
Di situlah KDKMP akan diuji, gedung hanya menyediakan ruang. Untuk menjalankan ekonomi agar desa hidup adalah orang-orang yang nantinya kaan mengisinya. (Redaksi/ITH)