Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Marthen Ohee: Jangan Salahkan Program MBG karena Persoalan di Lapangan

Sabtu, 26 September 2026 | September 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-26T10:26:07Z


SENTANI – Ondofolo Kampung Asei Besar, Marthen Ohee, meminta masyarakat tidak menyalahkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya karena adanya persoalan dalam pelaksanaan di satu wilayah.


Menurut Marthen, setiap kejadian harus dilihat berdasarkan sumber masalahnya. Ia menilai persoalan di satu tempat tidak dapat langsung dikaitkan dengan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun program MBG secara nasional.


Marthen yang mengaku sebagai salah satu penasihat di dapur SPPG Taker mengatakan, dapur yang telah diverifikasi harus memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN).


“Dapur yang ada di sini, setelah diverifikasi, memenuhi standar BGN Nasional. Jadi kalau terjadi peristiwa di tempat lain, lihat dulu terjadinya di mana dan apa masalahnya,” ujar Marthen.


Ia mengatakan, pemeriksaan harus dilakukan mulai dari standar operasional prosedur (SOP), bangunan, lahan yang digunakan hingga proses pengolahan makanan.


“Jangan semua dikaitkan. Kalau ada keracunan, cari tahu dulu sumbernya. Apakah orang yang memasak atau bahan makanannya,” katanya.


Marthen menegaskan, menurut pandangannya, program MBG tidak bermasalah karena tujuan utamanya adalah meningkatkan gizi masyarakat dan membantu kesejahteraan rakyat.


“Programnya tidak salah. Program ini program nasional untuk meningkatkan gizi anak-anak. Yang salah manusia dan aturannya,” tegasnya.


Ia menilai MBG juga memberikan manfaat langsung bagi keluarga. Terutama bagi orang tua yang harus bekerja di kantor maupun berkebun dan tidak selalu memiliki waktu untuk menyiapkan makanan bagi anak.


“Ketika bapak ibu sibuk pergi berkebun atau ke kantor, anak di rumah mungkin tidak makan. Tapi ketika datang ke sekolah, dia dikasih makan. Itu salah satu keuntungan yang harus disyukuri,” ujarnya.


Marthen juga menilai penolakan terhadap MBG perlu dilihat secara hati-hati. Ia menduga terdapat kepentingan lain yang ikut masuk dalam persoalan tersebut sehingga memengaruhi masyarakat.


Menurutnya, masyarakat pada dasarnya dapat merasakan manfaat program tersebut sehingga persoalan yang muncul seharusnya diselesaikan melalui evaluasi, bukan dengan menolak program secara keseluruhan.


Terkait kejadian di Depapre, Marthen menyampaikan dugaan pribadinya bahwa kemungkinan adanya unsur kesengajaan perlu diperiksa lebih lanjut. Ia bahkan menduga kemungkinan makanan sengaja diberi racun untuk memunculkan penolakan terhadap MBG.


“Kalau menurut saya secara pribadi, kejadian di Depapre itu ada unsur kesengajaan karena muatan tadi. Salah satunya sengaja dikasih racun ke anak, MBG-nya ditolak. Itu pikiran atau niat-niat terselubung yang kita tidak tahu,” katanya.


Marthen menegaskan dugaan tersebut perlu dilihat dan dibuktikan dengan mencari tahu sumber masalah yang sebenarnya.


Ia kembali menekankan bahwa MBG merupakan program yang menurutnya memiliki tujuan luas dalam meningkatkan gizi masyarakat, bahkan perhatian terhadap pemenuhan gizi dimulai sejak masa kehamilan.


“Program ini memperhatikan anak sejak dari rahim. Ibu hamil pun dikasih program. Jadi ini untuk mensejahterakan rakyat dan meningkatkan gizi anak-anak,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update