Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

‎Ibu Ani Sembuhkan Rasa Rindu Keluarga Bagi Prajurit TNI‎

Kamis, 07 Mei 2026 | Mei 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-07T19:10:45Z
Ibu Ani (tengah) bersama 2 prajurit TNI AD membuat kue wingko dan ketan di rumahnya Desa Slempit, Kecamatab Kedamean, Gresik. 

‎Gresik - Di sebuah rumah sederhana di Dusun Gupit, Desa Slempit, lampu kecil tetap menyala hingga malam larut. Di dalamnya, Ibu Ani pelan-pelan menyiapkan wingko dan ketan hangat untuk 11 prajurit TNI AD dari Yonif 500/Sikatan yang tinggal sementara di rumahnya selama menjalankan tugas pengabdian TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 128.

‎Tak ada hidangan mewah di meja itu. Hanya makanan sederhana yang dibungkus ketulusan. Namun bagi para prajurit yang seharian bergelut dengan lumpur, debu, dan peluh pekerjaan, suguhan kecil itu terasa lebih dari cukup.

Ibu Ani tertawa sambil mendengar prajurit TNI menghibur dirinya sambil memasak, Kamis (07/05/2026). (Foto: ITH) 

‎Di sela tawa yang terdengar pelan, tersimpan rindu tak pernah padam kepada istri anak dan orang tua di rumah,  yang untuk sementara harus ditinggalkan demi tugas negara.

‎Ibu Ani memahami itu tanpa perlu banyak kata. Setiap kali melihat para prajurit makan bersama, hatinya seperti sedang menerima anak-anaknya sendiri pulang ke rumah.

‎"Saya sudah anggap mereka sebagai anak-anak saya," kata Ibu Ani sambil duduk dengan mata berkaca-kaca, Kamis (07/05/2026).

Seorang prajurit menghibur Ibu Ani yang sedang memasak. (Foto: ITH). 


‎Ia memastikan mereka tak tidur dalam keadaan lapar, meski terkadang dirinya sendiri harus bangun lebih awal dan beristirahat paling akhir.

‎Malam-malam di rumah itu akhirnya bukan hanya tentang tempat singgah. Prajurit-prajurit TNI ini, terlihat sesekali menghibur Ibu Ani dengan cara bermain gitar sambil bernyanyi.

‎Ada kasih yang tumbuh dalam diam. Di kekosongan malam, kadang Ibu Ani duduk sendiri meratapi hidup.  Kadang, kata Ibu Ani, anak-anak TNI membantu dirinya di dapur.

‎"Ada rasa bangga sebagai seorang ibu. Karena mereka rajin sekali, bersihkan rumah dulu, menyapu halaman, mencuci piring dan lainnya," ujar perempuan paruh baya itu.

Beberapa prajurit bersama Ibu Ani di dapur sambil mengolah bahan kue.  (Foto: ITH) 


‎Dalam rumah sederhana itu yang selalu sepi,  kini terasa ramai.  dirinya juga merasa seperti dijaga bealsan anak-anak yang menyayangimya.

‎"Kami sudah anggap Ibu Ani adalah keluarga dan orang tua kami.  Ibu Ani menerima kami dengan penuh kasih sayang," kata Sertu Rudi sambil membantu Ibu Ani mengaduk adonan kue  wingko.

‎Suasana kekeluargaan ini, menjadi obat dari lelahnya Ibu Ani seharian bekerja di pematang sawah miliknya. Hal yang sama juga dirasakan prajurit-prajurit itu.

‎Di rumah kecil itulah, bisa mencerminkan indahnya  menemukan sesuatu yang tak tertulis dalam tugas negara yakni rasa pulang.  (Redaksi/ITH) 

×
Berita Terbaru Update