Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Boas Asa Enock: Kritik MBG Silakan, Tapi Jangan Libatkan Pelajar dalam Aksi

Jumat, 11 September 2026 | September 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-11T06:44:20Z

Ondoafi Kampung Sosiri, Boas Asa Enock. 


SENTANI – Ondoafi Kampung Sosiri, Boas Asa Enock, menegaskan persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat disikapi dan dikritisi, namun tidak dengan melibatkan pelajar SD, SMP dan SMA dalam rencana aksi demonstrasi yang disebut akan berlangsung pada 15 September 2026.


Boas mengatakan, dirinya memahami adanya kekhawatiran masyarakat terhadap pelaksanaan MBG. Namun, menurutnya, persoalan tersebut seharusnya disampaikan melalui cara yang baik dan tidak menjadikan anak-anak sekolah sebagai bagian dari aksi.


“Kalau memang ada hal-hal yang tidak menguntungkan kita, pasti pemerintah akan evaluasi. Tetapi jangan serta-merta menolak program ini,” ujar Boas di Sentani, Jumat (11/9/2026).


Ia menilai pelajar memiliki kepentingan yang lebih besar untuk dijaga, yakni pendidikan dan masa depan mereka. Karena itu, Boas meminta para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan untuk mengikuti aksi penolakan MBG.


“Anak-anakku yang sementara belajar, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi, saya minta tolong. Tugas kalian hanya belajar dan belajar. Masa depan kalian ada di tangan kalian sendiri,” tegasnya.


Jangan Jadikan Pelajar Sasaran Provokasi


Boas mengingatkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan agar tidak menyeret pelajar ke dalam persoalan yang bukan menjadi tanggung jawab utama mereka.


Menurutnya, apabila terjadi sesuatu dalam sebuah aksi, pelajar yang berpotensi menjadi pihak yang dirugikan, sementara orang yang mengajak belum tentu ikut menanggung akibatnya.


“Jangan sampai kalian dirugikan, sementara orang yang menghasut kalian menang dan tertawa di belakang kalian. Karena itu saya minta, jangan melakukan aksi maupun terlibat dalam demo penolakan MBG,” katanya.


Boas bahkan meminta para pelajar berani menolak ajakan tersebut secara santun.


“Kalau ada yang datang menghasut kalian, bilang saja, Pak, Ibu, Saudara, maaf kami tidak ikut. Kami masih belajar. Kami butuh pelajaran dan ilmu untuk masa depan kami,” ujarnya.


Persoalan MBG Bisa Disampaikan Secara Baik


Boas menegaskan, dirinya tidak bermaksud mengabaikan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, jika terdapat kekurangan atau hal yang merugikan anak-anak, pemerintah perlu melakukan evaluasi dan mengambil langkah perbaikan.


Namun, ia meminta penyampaian aspirasi dilakukan secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan proses pendidikan.


Ia juga meminta orang tua dan guru turut mengawasi serta memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak mudah terprovokasi.


Masa Depan Pelajar Jangan Dikorbankan


Boas kembali mengingatkan bahwa masa depan anak-anak tidak boleh dikorbankan karena kepentingan atau ajakan pihak lain.


“Jangan lakukan hal-hal yang tidak menguntungkan kepada anak-anak. Biarkan anak-anak kita belajar dan belajar untuk masa depan mereka,” katanya.


Ia pun menyampaikan pesan tegas kepada pihak-pihak yang berupaya mengajak pelajar turun ke jalan.


“Terutama kepada penghasut-penghasut, jangan menghasut anak-anak sekolah. Sekali lagi, jangan menghasut anak-anak sekolah. Tidak boleh,” tegas Boas.


Ia berharap para pelajar di Kabupaten Jayapura tetap fokus mengikuti proses belajar mengajar dan mempersiapkan masa depan.


“Untuk itu, sekali lagi saya minta agar fokus untuk belajar, belajar dan belajar. Masa depan kalian bukan ditentukan oleh orang yang menghasut kalian, tetapi oleh diri kalian sendiri,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update