Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ketika AI Mulai Keluar dari Layar

Senin, 07 September 2026 | September 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-07T04:44:13Z
Foto ilustrasi Perkembangan kecerdasan buatan dan robotika pada IFA 2026 di Berlin.

SURABAYA - Dulu, kecerdasan buatan hanya tinggal di layar komputer. Kini ia mulai bergerak, melihat, mendengar, bahkan mengerjakan sesuatu.


Perubahan itu terlihat jelas di IFA 2026, Berlin, yang berlangsung 4–8 September. AI dan robotika menjadi dua teknologi yang paling mencuri perhatian. Robot humanoid menari, bermain sepak bola, hingga memperagakan kemampuan untuk pekerjaan rumah dan industri.


Xiaomi datang dengan ambisi lebih besar. Perusahaan asal Cina itu membawa lebih dari 380 produk ke IFA, dari ponsel, perangkat rumah pintar, robot humanoid hingga mobil listrik. Semuanya ditempatkan dalam satu gagasan: Human × Car × Home.


Robot humanoid bukan lagi sekadar tontonan. CyberOne milik Xiaomi, misalnya, telah diuji di lini produksi pabrik mobil listrik untuk pekerjaan memasang mur. Tingkat keberhasilannya disebut mencapai 98 persen.


Di rumah, bentuknya mungkin lebih sederhana. Penyedot debu robot kini dapat mengenali benda dan kotoran, lalu menyesuaikan pekerjaannya. Dreame bahkan memperkenalkan perangkat yang dapat mendeteksi cairan dan mengubah cara membersihkan lantai secara otomatis.


Perubahan serupa terjadi pada ponsel. September menjadi bulan yang padat bagi industri smartphone. Ponsel lipat, layar tanpa bezel, AI yang diproses langsung di perangkat, serta chipset yang semakin khusus untuk AI menjadi arena persaingan baru.


Tetapi persoalannya bukan lagi sekadar siapa yang membuat perangkat paling canggih.

Pertanyaan yang lebih penting adalah siapa yang mengendalikan teknologi tersebut?


Sebab semakin banyak perangkat yang mampu mengambil keputusan sendiri, semakin besar pula persoalan mengenai privasi, keamanan data, ketergantungan manusia, dan batas antara bantuan mesin dengan pengambilan keputusan manusia.


Teknologi 2026 menunjukkan satu perubahan besar, AI tidak lagi hanya menjawab manusia. Ia mulai bertindak.


Dan ketika mesin mulai bisa melihat, mendengar dan bergerak, manusia harus semakin cermat menentukan kapan teknologi digunakan—dan kapan keputusan tetap harus berada di tangan manusia. (Redaksi/ITH) 

×
Berita Terbaru Update